KABAR NTT.ID–Di usia ke-18 tahun Kabupaten Manggarai Timur, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang Manggarai Timur terbentuk. Sebelum-sebelumnya hanya sebatas wacana. Hangat-hangat di awal, kemudian menghilang bagai ditelan bumi. Entah apa alasannya. Tidak ada yang tahu pasti. Semuanya diam, hening.
Padahal organisasi yang menaungi bidang bola voli ini sangat fital untuk konteks Manggarai Timur. Sebab potensi olahraga di bidang ini sangat menjanjikan. Banyak putra-putri berbakat Manggarai Timur tersebar di desa-desa dan kecamatan. Lihat saja pertandingan bola voli tingkat kampung atau lingkup KBG, muncul mendadak pemain-pemain dengan bakat alam yang luar biasa. Tinggal poles saja, bisa jadi atlet yang dapat mengharumkan nama daerah Manggarai Timur.
Berbeda dengan organisasi di bidang sepak bola. Sedari awal sudah terbentuk. Mereka-mereka yang bergabung dalam organisasi ini tetap bertahan. Rapat tahunan pergantian pengurus hanya formalitas saja. Mereka-mereka itu cenderung langgeng dalam kepengurusannya.
Bahkan ada oknum yang tetap bercokol hingga saat ini. Masa jabannnya sama tuanya dengan usia Kabupaten Manggarai Timur. Kita patut bertanya, “Ada apa dengan semuanya ini?” Tak ada yang bisa menjawab. Kecuali mereka-mereka yang sudah laten bersekutu dengan organisasi tersebut. Kita hanya menggugat, “Tanpa prestasi kok bertahan?” Aneh bin ajaib.
Mungkin benar pepatah lain padang lain belalang. Tapi mengapa urus sepak bola jadi rebutan? Bahkan nekad move agar tidak tersungkur dari kepengurusan? Sementara urus bola voli tak ada yang melirik? Pada ruang ini, tak perlu bertanya lagi. Itu rahasia perusahaan. He..he..he…







