KUPANG kabarntt.id—Pemerintah Provinsi NTT seharusnya lebih serius lagi menangani hama belalang di Pulau Sumba. Pasalnya, hama belalang terjadi setiap tahun dan terus berulang tahun.
Harapan ini diungkap anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar, Thomas Tiba, ketika dihubungi kabarntt.id, Rabu (14/4/2021), terkait keseriusan Pemerintah Provinsi menangani hama belalang di Sumba.
Wakil rakyat Dapil NTT V (Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka) yang membidangi pertanian ini menegaskan, hama belalang di Pulau Sumba seharusnya mendapat perhatian yang sama dengan bencana alam. Hama belalang juga merupakan bencana yang harus dihadapi oleh para petani di Pulau Sumba.
“Jika menyerang lumbung padi masyarakat, maka ketersediaan bahan makanan di Pulau Sumba akan menipis dan bencana kelaparan akan terjadi. Karena itu Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pertanian harus sudah merespon hal ini. Apalagi hama belalang di Pulau Sumba bukan baru terjadi, namun sudah bertahun-tahun dan masih tetap ada. Ini menjadi persoalan yang sangat serius untuk segera dibasmi atau dimusnakan agar kestabilan pangan di Pulau Sumba terjamin,” jelas Thomas.
Thomas menyayangkan sejauh ini penanganan hama belalang di Sumba tidak tuntas.
“Atau memang tidak ada keseriusan. Pasalnya hama belalang bukan hal baru, namun sudah ada sejak bertahun-tahun di Pulau Sumba dan belum musnah sampai saat ini,” tandas Thomas.
Thomas berharap Pemerintah Provinsi mengambil langkah-langkah konkrit untuk membasmi hama belalang dari Pulau Sumba.







