TAMBOLAKA kabarntt.id—Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, tidak main-main dengan para aparatur sipil negara (ASN) yang mencoba menentang kebijakan pemerintah menangani Covid-19.
Sebelumnya Kodi Mete mendengar informasi ada ASN yang menentang kebijakan pemerintah setempat menangani pencegahan Covid-19 di SBD.
“Kemarin, saya mendapat informasi ada ASN menentang kebijakan Pemerintah Daerah SBD menangani pencegahan penularan virus corona dengan memberlakukan ketat penerapan protokol kesehatan termasuk perpanjangan PPKM di daerah ini. Mudah-mudahan, informasi itu tidak benar,” kata Kodi Mete dalam sambutannya ketika melantik 32 pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab SBD, Senin (2/8/2021).
Kodi Mete juga mengaku mendapat informasi ada ASN yang menghalang-halangi kerja Satgas yang akan menguburkan pasien meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19.
“Sebagai Bupati Sumba Barat Daya, saya tegaskan akan mengambil tindakan tegas bila kedapatan ada ASN menghalangi kegiatan pemerintah daerah dalam menangani pasien virus corona di wilayah ini. Bila terkonfirmasi positif virus corona maka prosedur penanganannya harus sesuai prokes,” tegas mantan Kadis Kesehatan NTT itu.
Sebagai ASN dan pejabat, semua ASN hendaknya menjadi teladan bagi masyarakat mendukung kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat daerah ini menangani pencegahan penularan virus corona.
Pada masa pandemi seperti sekarang ini, kata Kodi Mete, dibutuhkan kekompakan dan tekad bersama mencegah penularan virus mematikan ini dengan mendukung segala upaya pemerintah mengendalikan penularan covid di SBD. (ota)






