Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan berencana menjadikan karnaval budaya ini sebagai agenda tahunan yang akan terus dikembangkan, baik dari segi konsep, jumlah peserta, maupun cakupan publikasinya.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan perdana ini, Miomaffo Timur membuka babak baru dalam perjalanan promosi budaya Tunbaba. Harapannya, gema budaya ini tidak hanya terdengar di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga mampu menembus kancah internasional.
Karnaval budaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Dengan dukungan masyarakat dan generasi muda, warisan budaya Tunbaba diyakini akan tetap lestari dan bahkan semakin dikenal luas di masa mendatang.(Siu)







