Ia juga menyoroti pentingnya perayaan hari besar keagamaan lainnya sebagai bagian dari upaya mendorong wisata religi di Kota Kupang.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Idul Adha, Isra Mi’raj, Maulid Nabi, Tahun Baru Hijriah, dan Nuzulul Quran perlu dirayakan lebih meriah agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Saya teringat ucapan Gus Dur: Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain. Mari terus jaga toleransi antarumat beragama di Kota Kupang,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan roadmap pengelolaan sampah Kota Kupang yang akan dimulai dari tingkat RT. Sebanyak 1.300 unit tempat sampah akan didistribusikan di seluruh wilayah kota, dengan harapan masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan.
“Sebagus apapun program yang kami rancang, sebanyak apapun tempat sampah yang disiapkan, tanpa kesadaran bersama maka tidak akan berhasil. Mari mulai dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah dari rumah,” tegasnya.
Sementara itu, Ustad H. Ishak Sulaiman dalam ceramahnya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat tali persaudaraan dan menjadikan halal bihalal sebagai ruang maaf-memaafkan dan menebar kasih sayang antar sesama. Ia juga menyampaikan harapannya agar sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan Kemenag terus terjaga demi keberhasilan pelayanan keagamaan di Kota Kupang.
Ketua Panitia, Usman A. Wandan, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Kupang yang untuk pertama kalinya menghadiri langsung kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenag Kota Kupang. Ia mengungkapkan rasa bangga karena momen tersebut menjadi catatan bersejarah.







