BORONG kabarntt.id–Kopi Colol saat ini menjadi tenar dengan prediket kopi terbaik dunia. Selain kopinya berkualitas, masyarakat Desa Colol menjadikan kebun kopinya sebagai pusat agrowisata kopi dan kini banyak digemari oleh masyarakat.
Agrowisata kopi dikembangkan oleh masyarakat di Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur yang berada di dataran tinggi 1.100 – 1.300 di atas permukaan laut.
Colol merupakan daerah penghasil kopi arabika terbaik di Pulau Flores, Indonesia. Di daerah ini, kopi spesial juria dan yellow catura jenis arabika tumbuh subur. Hampir 80 persen masyarakat Desa Colol merupakan petani kopi dengan rata-rata 50 persen penduduknya menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik.
Mendukung keberlangsungan pekerjaan petani kopi serta upaya meningkatkan ekonomi para petani kopi, pada tahun 2018 dibentuklah Bumdes Poco Nembu Desa Colol.
Rudol Supardi, Ketua Bumdes Poco Nembu, menjelaskan, meskipun para petani mampu menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik, namun harga jual kopi sangat dirasakan tidak sepadan. Kehadiran para rentenir yang membeli kopi langsung dari para petani kopi dengan harga yang murah sungguh tidak memberikan peningkatan nilai ekonomi yang baik bagi para petani kopi.
Kehadiran Bumdes Poco Nembu diharapkan mampu menjawab kondisi yang sangat memprihatinkan ini.
“Yang paling pertama itu Colol merupakan pusat kopi, tapi hanya dinikmati oleh masyarakat Colol sendiri. Kita ingin kopi Colol bisa dinikmati masyarakat luas. Selain itu, sistem ijon atau rentenir yang berlangsung selama ini tidak memberikan keadilan buat petani kopi,” ucap Rudol.







