Sementara itu, Kepala Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, menjelaskan dukungan yang diberikan kepada Bumdes Poco Nembo merupakan salah satu bentuk kehadiran Bank NTT dalam mengakomodir potensi yang ada pada sebuah desa serta ikut membantu mengembangkan potensi tersebut agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pertama misi kita pelopor penggerak ekonomi rakyat, menggali sumber potensi daerah untuk dikembangkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Di Colol ini komoditi andalan adalah kopi, sehingga dengan konsep desa binaan kita ini cocok untuk destinasi agrowisata di Manggarai Timur sehingga yang lebih pas itu melalui Bumdes karena merupakan badan usaha yang dalam kegiatannya ada di bawah naungan payung hukum yang jelas,” terang Tahir.
Selain memberikan bantuan mesin kemasan, kata Tahir, pihaknya juga turut membantu dalam mewujudkan hak kekayaan bagi kemasan Kopi Poco Nembo untuk secara resmi diakui. Selain itu berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan pun turut diberikan sebagai upaya menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
Tahir juga berharap sebagai desa binaan, Bumdes Poco Nembo mampu bergerak maju menghasilkan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasaran.
Ia juga berharap sejak Kopi Poco Nembo memiliki QR Code untuk dipasarkan secara online, kendala pemasaran serta akses jaringan yang kurang mampu diatasi secara bersama oleh semua pihak.
“Kegiatannya ada manfaat untuk masyarakat desa. Target kita desa binaan kita bisa lebih maju ke depannya dan mempunyai produk-produk unggulan yang bisa bersaing. Kita harapkan pemerintah bisa ikut terlibat dengan membuka akses pasar sehingga ke depannya bukan hanya dalam bentuk kemasan tapi yang lebih besar. Kita suport dari sisi pendanaan, yang jelas mereka sudah melalui verifikasi khususnya pengadaan mesin ini juga. Mungkin nanti kita juga akan buka akses pasar, khususnya pasar online,” jelasnya.







