Rumah Adat Sebagai Tempat Pulang
Sementara itu, Emanuel Miki dari rumah adat Nai Babu menuturkan, rumah adat memiliki kekuatan spiritual yang mengikat seluruh keturunan.
“Rumah adat Nai Babu ini membawa kekuatan dan persatuan. Kami mengajak semua turunan, di mana pun berada, untuk memberi dukungan karena dua rumah adat ini adalah rumah kita untuk kembali,” ungkapnya.
Bagi masyarakat Banain, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai tempat upacara adat, tetapi juga menjadi simbol asal-usul dan jati diri. Di sinilah cerita leluhur dituturkan kembali kepada generasi muda. Di sinilah pula mereka belajar arti pulang, setelah sekian lama merantau.
Generasi Muda dan Harapan Baru
Beberapa generasi muda turut hadir dan mengambil bagian. Lukas Abi dan Okto Bubun, dua putra dari rumah adat Nai Tnopo Ana dan Nai Babu, terlihat membantu para tetua.

“Kami belajar banyak dari ini. Bukan hanya tentang membangun rumah, tapi tentang menghormati asal-usul,” kata Lukas.
Keterlibatan kaum muda dianggap sebagai pertanda baik. Para tokoh adat berharap, dengan ikut serta dalam renovasi ini, mereka akan memahami tanggung jawab menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun. (Siu)







