Oehalo Mendapat Giliran, Negara Akhirnya Menyapa

IMG 20250909 074429
Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, Ditandu Warga Desa Oehalo/

Jalan ini tak mudah. Tapi justru di sanalah letak makna kunjungan ini. kehadiran yang nyata, menyentuh langsung pada yang paling membutuhkan.

“Perjalanan ini membuat saya mengerti lebih dalam. Sulitnya akses menuju Oehalo adalah kesulitan nyata yang setiap hari dihadapi masyarakat. Dan itu tidak boleh terus dibiarkan,” ujar Bupati Falent dengan nada yang tegas namun sarat empati.

Ketika Harapan Turun dari Mobil

Sesampainya di Oehalo, tak ada karpet merah. Tak ada panggung mewah. Yang menyambut hanya wajah-wajah warga dengan senyum tulus, tenda sederhana, dan barisan anak-anak dan orang dewasa yang berdiri rapi di tepi jalan yang hanya memandang penuh rasa ingin tahu.

Tapi di balik kesederhanaan itu, terasa sekali bahwa ini adalah hari yang besar.

“Seumur hidup saya, belum pernah ada pejabat setinggi ini datang ke desa kami,” ujar Yo, seorang ibu yang sejak pagi sudah membantu mempersiapkan penyambutan.

Bagi Yo dan ratusan warga lainnya, kehadiran Bupati bukan hanya soal seremonial. Ini adalah pengakuan bahwa mereka ada, bahwa desa mereka penting, bahwa mereka tidak dilupakan.

IMG 20250909 074515

Komitmen yang Dibawa dari Kota

Dalam sambutan di hadapan warga, Bupati Falent menyampaikan bahwa ia tidak datang dengan tangan kosong. Ia datang dengan janji, bukan janji kosong, tetapi janji yang diikat oleh tanggung jawab dan kesadaran.

“Tahun 2026, Pemerintah Daerah TTU akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 5 kilometer yang akan menghubungkan Oehalo dengan wilayah lainnya,” katanya.

Pos terkait