Karena sejatinya, kunjungan ini adalah simbol dari perubahan pendekatan kepemimpinan, dari pemimpin yang melihat dari balik meja, menjadi pemimpin yang mau berjalan di jalan yang sama dengan rakyatnya.
Oehalo Tak Lagi Sendiri
Di penghujung kunjungan, langit yang sejak pagi menggantung kelabu akhirnya mulai terbuka sedikit demi sedikit. Sinar matahari menyusup di sela awan, seperti ikut merestui langkah kecil yang baru saja ditapakkan.
“Terima kasih, Bapak Bupati, Sekarang kami tahu, desa kami juga dihargai. Kami tidak sendiri” ujar seorang anak muda bernama Ano, dengan suara pelan namun penuh harap.
Dan begitulah, meski jejak kaki Bupati akan hilang ditelan tanah dan waktu, namun jejak harapan yang ditinggalkannya akan hidup lama di hati Oehalo. Sebuah desa kecil di Insana Tengah, TTU, yang kini mulai menapaki babak baru perjalanannya.
8 September 2025
Tanggal yang akan dikenang oleh warga Oehalo.
Hari ketika mereka akhirnya dilihat, dijumpai, dan dihargai.
Hari ketika pemimpin benar-benar hadir, bukan sekadar mengutus, tapi menyentuh langsung denyut kehidupan. (siu)







