PT Jasa Raharja Representasi Kehadiran Negara Bagi Masyarakat

edi kefi
POSE BERSAMA--- Kanit Gak Satlantas Polres TTU dan Pegawai PT Jasa Raharja Kabupaten Timor Tengah Utara pose bersama usai menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang tercatat, Kabupaten Timor Tengah Utara menempati urutan keempat jumlah kecelakaan lalu lintas terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data ini tercatat sejak periode bulan Januari hingga Agustus 2022.

Momentum penyerahan santunan menjadi bagian penting bagi mereka untuk memberikan sosialisasi tentang tujuan berhati-hati dalam berkendara.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Santunan yang diberikan PT Jasa Raharja bersumber dari pembayaran pajak kendaraan. Oleh karena itu, para pemilik  kendaraan diminta untuk rajin membayar pajak.

Beberapa waktu yang lalu, tepat pada 13 Juni 2022, Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Mohammad Mukhson, S. H., S. I. K., M.H, sempat menyampaikan data kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten TTU.

Penyampaian data tersebut dilakukan dalam upacara Apel Gerakan Pasukan Operasi Patuh Turangga tahun 2022.

Pada kesempatan itu disampaikan, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres TTU berdasarkan data pada Unit Lakalantas Polres TTU pada tahun 2020 sebanyak 65 kejadian, dengan korban meninggal dunia 26 orang, luka berat 43 orang, luka ringan 30 orang dan kerugian materiil Rp 366.000.000.

Dibandingkan tahun 2021 sebanyak 42 kejadian, dengan korban meninggal dunia 16 orang, luka berat 31 orang, luka ringan 21 orang dan kerugian materiil Rp 189.480.000.

Data ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sebesar 23 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan, pada tahun 2022 kejadian laka lantas dari Bulan Januari hingga Bulan Mei sudah terjadi 22 kejadian, dengan korban meninggal dunia 11 orang, luka berat 15 orang, luka ringan 13 orang dan kerugian materiil mencapai Rp 103.500.000. Data ini menunjukkan, adanya kenaikan jumlah kecelakaan pada semester I sebesar 5 kejadian atau 21%. (edisius kefi)

Pos terkait