Sepekan Festival Kopi di Ruteng, Begini Kemasannya

festival kopi3
Setelah acara pembukaan, sebagian pengunjung foto bareng Ketua Dekranasda NTT di depan stand Bank NTT (foto: dokumentasi panitia)

Pohon-pohon kopi semakin tua sehingga  besaran biji semakin kecil, bahkan sudah di luar standard SNI (wua lobo)’.  Petani semakin tua dan tidak ada minat anak muda untuk menjadi petani kopi lagi.

Untuk itu, selama sepeka terhitung Senin-Sabtu (1-6/82022), di Lapangan Motang Rua, Ruteng diselenggarakan Festival  Kopi oleh Kamar Dagang dan Industri  bekerja sama dengan Kementerian Parekraf, Dekranasda Provinsi NTT, PT IFG, Pemda Manggarai,  BPOLBF, Yayasan Kehati, Ayo Indonesia, Bank NTT, PT Pos, PLN, Pertamina Reo, Bank Mandiri, Bank BRI, Perum Pegadaian, PDAM, MMI, para pengusaha di Kota Ruteng, para pengurus Kadin, Pengurus IWAPI.

Bonefasius Oldam Romas,  selaku Ketua Panitia festival,  kepada media ini menjelaskan banyak hal tentang kegiatan yang sungguh bermartabat ini di Lapangan Motang, Rabu (3/82022).

Berikut penuturan Bonefasius Oldam Romas  selengkapnya :

Pre event, kegiatan panitia dimulai dari Manggarai Timur, mencari kelompok tani  muda yang berminat untuk secara aktif fokus pada kegiatan kopi dari hulu sampai hilir. Kami menemukan satu kelompok tani dengan nama Koker. Setelah melakukan beberapa pendekatan dan dengan bantuan CSR PLN, kami telah memberikan bantuan berupa :  3 unit rumah jemur portable kapasitas 40 kg, 1 unit mesin pulper, 1 unit mesin huller, 1 unit mesin gradder dan 1 unit mesin grinder serta perbaikan rumah UPH.

Selanjutnya  kita pindah ke Manggarai Barat. Bekerja sama dengan Disnakertrans Mabar, mulai tanggal 18 Juni 2022  kami diminta untuk   melakukan pelatihan dasar  Barista (penyaji kopi profesional) sebanyak 32  orang dan pelatihan prosesing kopi sebanyak 16 yang mengambil  tempat di gedung BLK Mabar.

Pos terkait