Untuik menyikapi respond positif tersebut kami telah mendorong beberapa UMKM yang memproduksi kopi yang bersertifikat (artinya anggota MPIG) untuk mempersiapkan diri baik tata cara produksi maupun kesiapan stok dari petani kelompok MPIG.
Dalam kaitan ini kami telah meminta agar BPOM Labuan Bajo melakukan audit terhadap beberapa produsen kopi olahan untuk mendapatkan persyaratan BPOM. Hal ini perlu kami lakukan karena dalam kaitan dengan event internasional para pengusaha tidak boleh main gampang karena kita mempertaruhkan nama daerah bahkan nama negara.
Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak karena tanpa itu keinginan pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pusat akan sia-sia. Tiga UKM telah siap dan kami, Kopi Mane, telah melakukan kerja sama dengan Hotel Meruorah Labuan Bajo Komdo. Sebentar lagi dengan Hotel Jayakarta. Kami berharap ini bisa menjadi model kerja sama yang saling menguntungkan.
Dari Manggarai Barat, Manggarai sampai Manggarai Timur, telah, sedang dan akan dilakukan survei sekaligus kurasi bagi 15 kedai kopi dari Labuan Bajo-Ruteng sampai Borong (tertutama di jalan negara) untuk dibina agar menjadi kedai kopi yang representatif dari segi pengetahuan tentang kopi berkualitas, service level dan unsur dekorasi lokal.
Bantuan yang akan diberikan berupa peralatan seduh manual dan bimtek. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Dekranasda Provinsi. Kemarin dalam perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng, Ketua Dekranasda Provinsi, Julie Sutrisno, telah mampir di beberapa kedai kopi tersebut.







