Perjalanan panjang Kota Sorong menuju Makassar, Jakarta, Labuan Bajo hingga Lembata tak melemahkan semangat Ety Wukak dan tiga rekannya sesama warga asal Lembata di perantauan.
Keluarga besar Flobamora Kota Sorong memberikan keluasan kepada para anggota yang bersedia mengantar bantuan bagi korban. Namun, dengan catatan biaya transportasi ditanggung sendiri.
“Saat kami rapat bersama para pengurus Flobamora Kota Sorong dan rekan-rekan keluarga besar IPPM NTT Kota Sorong menugaskan saya dan adik Hairul Saban, Sekretaris IPPM NTT mengantar langsung bantuan untuk para korban. Mereka semua berharap agar bantuan Pak Wakil Gubernur, warga Flobamora, donatur, para pengurus paguyupan asal NTT, dan masyarakat Kota Sorong benar-benar tepat sasaran dan layak bagi para korban di kampung halaman, tanah lepanbatan,” ujarnya.
Ety juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada Wakil Gubernur Papua Barat, Ketua DPRD Kota Sorong, Ketua Flobamora Kota Sorong, dan semua pihak yang bersimpati kepada warga masyarakat korban erupsi di Lembata. Ety mengaku, secara pribadi ia berterima kasih kepada Wakil Gubernur karena sekalipun bencana erupsi Ile Lewotolok terjadi di Lembata namun beliau peduli dan rela memberi sedikit berkat buat saudara yang tengah dilanda prahara menyusul erupsi gunung di wilayah utara Lembata itu.
”Selaku Wakil Gubernur Papua Barat, saya sangat bersimpati atas musibah meletusnya gunung Ile Lewotolok di Lembata. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Papua Barat terutama di wilayah Sorong Raya. Mari kita bersatu membantu meringankan beban warga di Lembata yang saat ini terkena musibah. Jika ada yang ingin memberikan bantuan, bisa langsung diantar ke posko bantuan yang ada di Rumah Singgah Satu Harapan HBM Kota sorong,” kata Ety Wukak mengutip kata-kata Wakil Gubernur saat meresmikan posko penggalangan dana di Kota Sorong.







