Terkait dengan pemberitaan sebuah media yang mengatakan dirinya tidak mau menanggapi permintaan mereka untuk memberi tanggapan minggu lalu, Wily mengatakan kepada media itu, “Kalau kami yang beragama Katolik mulai dari hari Minggu (28/3/2021) adalah minggu Palma, yang dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah. Kami sudah sibuk di gereja.”
“Jadi dalam 1 minggu itu kesibukan kami di gereja juga cukup padat, sehingga ada beberapa teman wartawan yang minta tanggapan kami belum sempat saya jawab,” jelasnya.
Wily mengatakan, saat hari kerja seperti sekarang dirinya tidak akan berkeberatan menerima wartawan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.
Hal senada juga diungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Oktavianus Dapa Loka, ST secara terpisah. Okta menjelaskan, pemberitaan salah satu media yang sudah beredar di kalangan aparat pemerintah daerah dan masyarakat tentang dugaan proyek Loko Likku yang mangkrak adalah hal yang keliru.
“Karena bertepatan dengan hari libur Paskah, jadi mungkin kami belum konfirmasi. Tapi apapun itu kami anggap sebagai koreksi. Untuk masalah proyek pengerjaan di Loko Liku yang menjadi kendala di sana adalah medan yang sangat berat,” tutur Okta.
Okta menjelaskan, dalam kondisi curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini, hampir dipastikan alat berat tidak bisa bekerja. Di situ harus digali sekitar 7 meter, sementara alat beratnya tidak bisa masuk. Selain itu juga, tidak ada operator yang berani karena potensi longsornya tinggi.







