LARANTUKA kabarntt.id—Ketua Fraksi Golkar DPRD Flores Timur, Yosep Sani Betan, ST, berpandangan maju terkait kemelut keuangan di Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Kemelut keuangan itu bisa terselamatkan jika kegiatan-kegiatan, proyek-proyek pemerintah yang tidak urgen ditiadakan.
Nani Betan, demikian Yosep Sani Betan disapa, mengemukakan pendapatnya itu, Jumat (7/5/2021), menanggapi kemelut keuangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Flores Timur saat ini.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengalami kesulitan keuangan membayar sejumlah kewajiban, terutama hak para tenaga kesehatan (nakes) yang sudah tertunggak berbulan-bulan. Selain tunggakan hak nakes, sertifikasi guru juga mengalami tunggakan.
Pandemi Covid-19 sejak tahun lalu ditambah bencana alam badai seroja dan banjir bandang awal April 2021 semakin mempersulit keuangan pemerintah.
Buntutnya Bupati Flores Timur, Anton Hadjon, mengeluarkan kebijakan memotong hari kerja para pegawai tidak tetap (PTT) dari 30 hari menjadi 14 hari. Dampaknya besarnya honor mereka juga berkurang hingga setengah bagian dari yang diterima selama ini senilai sekitar Rp 1,3 juta.
Terhadap situasi ini Nani Betan memberikan pandangan dan masukan kepada pemerintah.
Menurut Nani yang juga Ketua DPD II Golkar Flotim, kondisi keuangan pemerintah saat ini sangat berat akibat covid dan bencana alam. Apalagi pemerintah pusat mewajibkan semua pemerintah daerah untuk melakukan realokasi dan refokusing anggaran.







