Dalam konteks ritual, pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar seraya melempar lembing kayu kearah lawan.
Atraksi perang adat pasola dilakukan oleh dua wilayah yaitu wilayah Balaghar melawan wilayah Bangedo dengan jumlah peserta dari masing masing perwakilan wilayah sebanyak 25 peserta.
Atraksi ini diselenggarakan enam kali dalam satu tahun dibagi dalam dua bulan yaitu bulan Februari diselenggarakan sebanyak 3 kali dan di bulan Maret juga diselenggarakan sebanyak 3 kali.
Turut hadir Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete, Plt. Kadis Pariwisata NTT, Johni Rohi, dan unsur Forkopimda Kabupaten Sumba Barat Daya. (biro ap setda ntt/librik abineno)







