“Daging yang ada akan dibagi, tapi dikhususkan kepada fakir miskin, orang-orang yang tidak mampu yang membutuhkan dan selebihnya dibagikan kepada 2.000 KK,” kata Ismail.
Tak menutup kemungkinan, kata Ismail, bagi sanak saudara non muslim yang membutuhkan bisa dibantu.
“Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat, sanak famili, lingkungan, yang bukan saja umat muslim tapi benar-benar membutuhkan, datang dan melaporkan ke panitia dengan jelas, kami juga akan membantu,” jelas Ismail.
Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Kurban pada Masjid Agung Nurul Fallah, Haji Firman, menjelaskan daging hewan kurban ini akan disalurkan kepada warga muslim dan juga non-uslim yang membutuhkannya.
“Jadi kita targetkan akan salurkan daging hewan kurban ini kepada kurang lebih 1500 kepala keluarga yang ada di Timor Tengah Utara,” ungkap Haji Firman.
Sementara itu, Fahmi Abdullah, Ketua Umum Ta’mir Masjid Agung Nurul Fallah Kefamenanu menambahkan bahwa proses distribusi daging kurban sudah diatur menurut zonasi melalui petugas yang sudah mendata sasaran sebelumnya.
“Daging yang sudah dibagi oleh panitia, maka setiap orang bertanggung jawab terhadap wilayahnya. Misalnya di areal Pasar Lama, Pasar Baru dan wilayah lainnya sudah ada penanggung jawabnya dan mobil pengantar daging kurban juga sudah disiapkan,” jelas Fahmi.
Fahmi menambahkan, salah satu tradisi lama yang masih dilakukan oleh masjid tertua di Timor Tengah Utara ini adalah membagikan daging kurban bukan saja untuk umat muslim tetapi juga dibagikan kepada umat non-muslim.







