Dampak Ekonomi Operasional Terminal ALBN Km 9 Kefamenanu bagi Masyarakat TTU

IMG 20251017 073607

Oleh: Gilbert Johan Matoneng

KABARNTT.ID — Setelah bertahun-tahun mangkrak, Terminal Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Km 9 Kefamenanu akhirnya mulai beroperasi melayani rute antarnegara, khususnya Kupang–Timor Leste. Meski operasionalnya masih terbatas, kehadiran terminal ini mulai menimbulkan berbagai dinamika ekonomi baru di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Masyarakat setempat kini mulai merasakan geliat aktivitas ekonomi yang perlahan tumbuh di sekitar kawasan terminal.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Secara umum, terminal ALBN menjadi fasilitas publik strategis yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat transit penumpang, tetapi juga sebagai pusat pergerakan ekonomi. Arus penumpang dan barang yang keluar-masuk melalui terminal menciptakan kebutuhan baru—mulai dari jasa transportasi lanjutan, usaha kuliner, hingga penginapan sederhana di sekitar area tersebut.

Selain itu, aktivitas ekonomi informal masyarakat meningkat. Warga yang tinggal di sekitar lokasi terminal memanfaatkan situasi ini untuk membuka usaha-usaha kecil. Hal ini secara tidak langsung menciptakan lapangan kerja baru dan menambah pendapatan rumah tangga. Meskipun skalanya masih kecil, perputaran uang di sekitar terminal menandakan adanya efek berganda (multiplier effect) dari pengoperasian fasilitas transportasi publik tersebut.

Tidak hanya bagi masyarakat sekitar, kehadiran terminal juga mendukung pelaku usaha angkutan dan logistik. Operator bus antarkabupaten dan lintas negara kini memiliki lokasi resmi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, serta mengatur jadwal keberangkatan dengan lebih tertib. Hal ini membantu memperbaiki iklim usaha transportasi, yang selama ini cenderung tidak teratur karena ketiadaan titik simpul yang jelas.

Pos terkait