Banyak Proyek Terbengkalai, Warga Watu Arus Mengadu ke DPMD Manggarai Timur

Matim rakyat mengadu

Kelima, pembangunan jalan telford menuju perkuburan umum belum realisasi.

Keenam, jalan rabat menuju SMP Satap Reca belum ada realisasi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketujuh, badan usaha milik desa (Bumdes) tidak berjalan efektif.

Kedelapan, kantor desa tidak dimanfaatkan.

Kesembilan, seng 100 lembar untuk bangun rumah ibadah (Kapela) di stasi Reca belum realisasi.

Dalam persoalaan ini, pihaknya ingin ada keterbukaan dari pihak pemerintah desa terkait sehingga masyarakat mengetahui apa yang dilakukan oleh kepala desa tersebut.

Ia menambahkan, warga sudah dua kali melayangkan surat pengaduan ke Dinas PMD. Surat pengaduan pertama dilayangkan 18 Januari 2021. Namun hingga saat ini laporannya belum ditindaklanjuti oleh Dinas PMD Manggarai Timur.

“Kami desak PMD Matim supaya persoalan yang ada di Desa Watu Arus harus diselesaikan. Hari ini kami bawa lagi surat pengaduan, kami mohon supaya ditindalanjuti,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas PMD Manggarai Timur, Yosef Durahi, saat dihubungi media ini meminta maaf kepada warga Desa Watu Arus yang telah mendatangi Kantor Dinas PMD tapi bisa bertemu dengannya.

“Maaf saya Baru tiba di Borong tadi siang pergi di Nanga Meje, Elar Selatan. Besok baru cek surat pengaduan masyarakat Desa Watu arus. Kita tindaklanjuti dengan memanggil Kades Watu Arus terkait pengaduan masyarakat Desa Watu Arus,” kata Durahi. (adi)

Pos terkait