“Jangan sampai seluruh kawasan pantai di Labuan Bajo semuanya dilarang bagi warga. Ini kan milik umum,” kata Sutanto kesal.
Sementara itu saat media meminta informasi dari pihak hotel, petugas keamanan bernama Maksi menerangkan bahwa tindakan pengusiran dan larangan tersebut merupakan instruksi dari pemilik Hotel Pantai Pede Permai.
Ia mengakui hotel sekitar pantai juga memberlakukan larangan yang sama terhadap pengunjung Pantai Pede, seperti Hotel Laprima dan Hotel Bintang Flores yang ada di sepanjang Pantai Pede.
“Saya juga pernah dilarang ketika bermain di Hotel Laprima dan Bintang Flores. Saya juga dilarang pihak hotel tersebut, sehingga atas kejadian itu saya pun memberlakukan hal yang sama,” tegas Maksi.
Informasi tersebut juga diperkuat dengan pengakuan Yohanes Ardianto, salah satu petugas Hotel Pantai Pede Permai.
Menurut Ardianto, Labuan Bajo merupakan daerah hotel dan penunjang pariwisata.
“Ini kan hotel, bagaimana mungkin tamu-tamu saya tenang kalau ada warga yang ribut bermain di sepanjang pantai? Ini sangat mengganggu tamu yang ada di sini,” tegas Ardianto.
Menurutnya, jika tamu hotel sedang istirahat warga tidak boleh mengganggu. Apa lagi bermain bola sepanjang pantai tersebut. (obe)







