Keangkuhan Rohani

IMG 20241231 WA0018 1

Masa kini, tidak ada orang farisi di antara kita. Tetapi ada bahaya bahwa sikap dan tingkah laku dari si orang farisi ada dan nampak dalam diri kita. Kita tampil secara lahiriah sebagai seorang kristen, namun sikap batin sebagai orang kristen belum meresap di dalam diri kita, misalnya: setia dalam iman, semangat berkorban, sikap mengampuni dan berpikir yang baik tentang orang lain. Sikap-sikap ini sering juga ada di dalam diri kita. Kita kadang tidak berpikir yang baik tentang orang lain, seperti orang farisi itu. Sering kita berbicara buruk tentang sesama, padahal apa yang buruk pada orang lain, ada juga di dalam diri kita.

Atau, selama kita berada di Gereja, menghadiri Ekaristi harian maupun Mingguan, kita adalah orang-orang Kristen, dan sesudah keluar dari Gereja kebiasaan kita yang buruk, yang salah, yang keliru muncul kembali. Setelah misa, kita sering membandingkan diri dengan orang lain, berbicara tentang orang lain kepada sesama dan tidak ada keberanian atau niat untuk berbicara dengan yang bersangkutan. Kita sering membanggakan diri dihadapan sesama dan juga di hadapan Tuhan dalam doa-doa kita. Memuji kesuksesan kita dan menghina orang lain.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Padahal di akhir perayaan ekaristi itu, imam atau pemimpin upacara mengatakan: ‘Pergilah, kita semua diutus Tuhan’ atau ‘Pulanglah dan muliakanlah Tuhan dengan cara hidupmu’. Itu berarti, persatuan hidup kita dengan Kristus dalam Ekaristi, kita bawa ke dalam hidup kita sehari-hari; baik dalam keluarga, komunitas dan masyarakat sampai kita datang lagi untuk perayaan Ekaristi berikutnya. Oleh sebab itu, kita jangan hanya menjadi orang kristen untuk hari Minggu saja, melainkan juga pada hari-hari dalam satu pekan itu. Atau jangan menjadi Orang Kristen hanya pada saat misa berlangsung, tetapi juga sesudah keluar dari pintu Gereja.

Pos terkait