Kotbah Minggu Prapaskah IV : Sakramen Bola Dan Sukacita Pertobatan

721352324963e860e5345eddfa83321c58fd41c5e688b9bf553406c08f736d46.0

15Hartanya ludes. Dan, tidak diduganya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Agar dia bisa bertahan hidup, ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Tugasnya menjaga babi-babi. Dari sisa-sisa makanan babi itulah, dia dapat mengisi perutnya untuk sekedar bertahan hidup. Pada situasi kelam itu dia sadar bahwa di rumah bapanya begitu banyak orang upahan yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi dia di sini mati kelaparan.

Dengan kesadaran itu  dia pun bangkit dan pergi kepada bapanya. Dia susun kata-kata dalam hatinya begini:”Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Tekadnya telah kuat. Dia pun bangkit dan pergi kepada bapanya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya yang telah kian lama merindukannya tidak tinggal diam. Dia berlari mendapatkan putranya kemudian dia lalu merangkul dan menciumnya.

Sang ayah tidak berhenti di situ saja. Ia berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Saudara-saudara yang terkasih, pesta itu adalah perayaan kemanusiaan. Ungkapan sukacita tobat karena sang anak telah kembali. Pesta ini pula dimaknai sebagai perjamuan Yesus dengan orang berdosa dan pemungut cukai yang bertobat. sekaligus adalah representasi sukacita Allah karena mendapatkan kembali anak-Nya yang hilang.

Pos terkait