Renungan Harian Minggu, 30 Maret 2025

IMG 20250303 WA0007

Oleh Pater Kons Beo SVD

Bacaan I Yosua 5: 9a.10-12

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mazmur Tanggapan Mzm 34: 2-3, 4-5, 6-7

Bacaan II 2Korintus 5: 17 – 21

Injil Lukas 15: 1-3.11-32

“Maka, marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk…” (Indignatus est autem filius senior, et nolebat introire).

 

Kawan ku…

Si sulung itu tak bisa sembunyikan amarahnya. Rasa hati yang wajar. Tak ditutup-tutupi. Ia tak bermunafik untuk berpura-pura ceriah tentang berita bahwa adiknya telah kembali. Senyatanya kisah itu telah sesakan rasa hati di dadanya. Tak sangguplah ia untuk turut bersukacita dalam ‘pulangnya adiknya dalam keadaan selamat.’

Kawan ku…

Adakah yang salah dari reaksi si sulung dalam kisah itu? Kurasa kita mesti membacanya sewajarnya dulu. Alasan-alasannya terdengar ‘wajar dan dapat dipahami secara manusiawi…’ Sikap sang ayah dianggap tidak adil. Dianggap berat sebelah. “Ayah model apa-apaan ini?”

Tetapi, kawan ku….

Kurasa sikap keras anak sulung itu, yang jujur dan apa adanya pada rasa serta suasana hatinya, justru jadi kunci utama pula bagi kita untuk memahami ‘betapa luas dan lebarnya Kasih Bapa bagi kedua anaknya.’

Kawan ku,

Tidak kah….

Perumpamaan Anak yang Hilang ini tak sengit dan seru sekiranya tak ada reaksi protes dan marah dari si sulung? Sekiranya si sulung juga bersukacita saat melihat adiknya telah kembali?

Bapa tak ingin bahwa hanya dirinya sendiri yang tulus menerima, mengampuni dan bersukacita karena anaknya telah kembali. Tetapi, sang ayah juga menghendaki bahwa anaknya yang sulung sepantasnya berbuat dan bersikap yang sama pula.

Pos terkait