Kawan ku….
Aku belum tiba-tiba juga pada kisah Golgotaku “selesailah sudah.” Sebab aku masih tersandung pada amarah dan benci terhadap sesama; aku masih terbelenggu dendam dan rencana tak sedap terhadap orang lain.
Kawan ku…
Iya, aku memang masih butuhkan kekuatan ekstra untuk tiba pada ‘selesailah sudah.’ Untuk tak lagi cenderung menghina, dan merendahkan sesama. Untuk dapat hidup rukun dan damai dalam alam persahabatan dan kekeluargaan.
Dan kawanku…
Kiranya dari spirit ‘selesailah sudah’ di salib, kita berdua dapat hayati iman yang menghidupkan dan membawa harapan bagi dunia dan sesama. Dan bukannya menghayati iman yang timpang, yang membawa ‘kematian dan maut.’
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan yang Tersalib memberkati.
Amin







