Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 15: 7-21
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.30
Ref: “Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.”
Injil Yohanes 15: 9-11
“…supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”
Yoh 15:11
(Ut gaudium meum in vobis sit, et gaudium vestrum impleatur)
Kawan ku…
Ada sukacita yang kita kejar. Yang ingin kita rahi. Ingin kita alami “inilah sukacita sesungguhnya buatku dalam hidup ini.”
Sayangnya, tampaknya kita tak tiba juga pada suasana sukacita seperti itu.
Kawan ku…
Inilah hidup. Sukacita yang kita impikan sungguh telah dialami. Namun, sepertinya semuanya pergi dan senyap seketika. Kita lalu kembali larut dalam keseharian yang sering mendera bahkan mencekam. Namun, kita tak perlu putus harapan demi mendulang alam harapan akan sukacita itu.
Kawan ku…
Orang Bijak beri tawaran sebisanya: ‘Hiduplah dengan nilai rasa cukup. Bilanglah pada diri sendiri: Yang ini sudah pas, iya cukuplah buatku. Hidup dengan apa yang menjadi hak dan bagianku. Untuk menghargai apa yang hak dan bagian sesama.’
Dan juga, Kawan ku…
Lagi kata si Bijak: ‘Kau tak sekian kerdil, tak punya apa-apa untuk sedikitpun tak sanggup memberi kepada sesama. Bakat, kemampuan, cinta, dukungan, hingga kehadiran penuh makna bisa menjadi sumber api sukacita kecil bagi sesama. Dan ketika sesamamu miliki harapan dan sukacita, tidak kah mau merasa bahwa sukacitamu pun jadi nyata? Kau bersukacita sebab karenamulah sesamamu alami keceriahan…
Kawan ku…







