Itu bukanlah sukacita penuh. Itu hanyalah sukacita palsu, saat kau tersenyum dan ceriah melihat siapapun yang tak kau kehendaki, tak ada di hatimu, yang kau anggap sebagai musuh dan lawanmu ada dalam nestapa. Ada dalam derita dan alami ketakpastian nasib…
Kawan ku…
Sukacita penuh pun sesungguhnya kita timbah dalam doa dan keheningan batin. Namun, tetaplah kita teringat akan kata-kata itu: Doa bukanlah ungkapan hati dan kata-kata sakti untuk bebas dari kenyataan hidup. Doa, sebaliknya, membuat kita berani hadapi kenyataan hidup! Tak menyerah dan tetap lakukan yang terbaik walau dalam suasana paling getir dan terkesan tak ada harapan!
Dan kawan ku…
Kata-kata Tuhan agar seseringnya kita datang kepadaNya adalah awal sukacita dan kelegaan:
“Datanglah kepadaKU, kalian semua yang lelah dan terbebani, dan AKU akan menyegarkan kalian. Pikullah kuk AKU dan belajarlah dariKU, sebab AKU lembut dan rendah hati, dan kalian akan segar kembali. Kuk AKU nyaman, dan bebanKU ringan..” (Matius 11:28-30).
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati







