Kawan ku…
Mestinya para elitis itu, iya, para ahli Taurat dan kaum Farisi itu bisa langsung saja bersikap seperti yang diperintahkan Musa dalam Taurat. Toh, akhirnya mereka mesti membawa perkara pada #Yesus. Dan jelas ada maksud utama di baliknya, “Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan Dia” (Yoh 8:6).
Kawan ku….
Renungkan juga sikap kita berdua di keseharian. Terkadang ‘bejat, asusila, durjana, perbuatan salah, serta segala keanehan penuh suramnya sesama’ dapat kita pakai sebagai ‘jalan dan modal dasar’ untuk ‘panjat sosial proklamasi kesalehan dan kebenaran versi kita sendiri.’
Kawan ku…
Bagaimana pun, tak satu pun dari kita berdua ini bebas dari kerentanan diri dan lika-liku jalan hidup ini. Kata-kata Tuhan untuk perempuan itu berlaku dan ditujukan pula untuk semua. Iya, untuk kita berdua, “Aku pun tidak menghukum engkau. Dan mulai dari sekarang, jangan berbuat dosa lagi” (Yoh 8:11).
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin







