Kawan ku….
Itulah Paskah lintasan Yerusalem – Emaus. Paskah yang menuntun dan memiliki harapan. Paskah yang bermuara pada rasa hati cerah berseri. Paskah Yesus dan dua murid itu bukanlah Paskah beraura ‘menghardik dan menekan penuh murka.’ Bukan Paskah yang membuat kedua murid ‘mesti menutup mata penuh ciut nyali dan merasa malu dihardik.
Kawan ku….
Yesus tahu, bahwa misteri PaskahNya, derita – wafat dan kebangkitanNya mesti dipahami oleh para muridNya. Dan IA menuntun mereka penuh kesabaran dan kelembutan hati.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin – Alleluya







