Bacaan I Putera Sirakh 44: 1.10-15
Mazmur Tanggapan: Mzm 132: 11.13-14.17-18
Ref: “TUHAN ALLAH akan memberi dia takhta Daud, bapa leluhurnya
Injil Matius 13: 16-17
“Mereka adalah orang-orang kesayangan yang kebajikannya tidak sampai terlupa…”
Sirakh 44:10
(Sed illi viri misericordiae sunt, quorum puetates non defuerunt)
Kawan ku….
Sepantasnya kita tak ‘melihat diri dan hidup kita’ sebatas hari ini dan di tempat ini.
Kawan ku…
Ibarat sebuah lembaran, kita sesungguhnya berawal dari pintalan demi pintalan dan tenunan demi tenunan. Dari waktu ke waktu. Dan ‘jadilah kita seperti diri kita sekarang ini.’
Kawan ku….
Mari kita sejenak ‘menoleh di hari-hari kemarin.’ Syukuri semua apa yang kita dapati dari leluhur dan orangtua. Mereka semua adalah pahlawan kehidupan bagi kita.
Kawan ku…
Janganlah kecewa sekiranya para pendahulu itu tak memberi dan mewariskan banyak. Iya, sekiranya mereka tak berkelimpahan. Mungkin seperti apa yang kita impikan!
Sudahlah Kawan ku….
Mari kira berbesar hati. Sepantasnyalah kita bersyukur. Bagaimana pun Orangtua telah wariskan harta teramat indah buat kita. Itulah IMAN, HARAPAN dan KASIH.
Itu semua yang telah mereka terima dan kini telah diteruskan pada kita.
Kawan ku…
Adalah tugas kita:
-Agar Api iman itu tetap menyala;
-Agar Asap pengharapan itu tetap mengangkasa ke langit;
-Agar Kisah-Kisah Cinta itu tetap membumi. Menyata indah pada sesama.
Kawan ku…
Kini, kita berdua tetap miliki panggilan tugas amat menantang.
Untuk mewariskan semua yang indah pada generasi berikutnya.
Bagaimanapun, kerap kita ada di simpang jalan tak menentu.
Tidak kah teramat sering ‘sumbu hidup kita redup memudar?’ Saat kesaksian hidup kita melemah. Seperti telah kehilangan sinar dan kehilangan binar?







