Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 16: 22 – 34
Mazmur Tanggapan:
Mzm 138: 1-2a.2b-3.7c-8
Ref: “Tangan kananMU menyelamatkan daku, ya Tuhan”
Injil Yohanes 16: 5 – 11
“Adalah lebih berguna bagimu jika AKU pergi…”
Yoh 16:7
(Expedit vobis ut ego vadam)
Kawan ku…
Mungkin ini yang terenung sesederhananya. Tak selamanya kita mesti di sini dan tetap seperti ini. Kita diutus untuk ‘segalanya dan semuanya.’ Agar ada dan tampaklah perubahan itu.
Namun, kawan ku…
Yang kita bangun dan yang kita ciptakan bisa lebih banyak terfokus pada ‘ruang, tempat dan waktu’ punya kita sendiri. Kawasan Kasih Semesta dimiskinkan dalam kreasi area nyaman sendiri. Ancaman ‘masih seperti yang dulu, tak berkembang’ tetap menantang.
Kawan ku…
Kita pernah punya mimpi besar. Cita-cita selangit pernah kita pastikan pada kuping khalayak. Dan….
Di hari-hari ini, kawan ku…
Kembali ingin kita buktikan betapa mesti bermaknanya sebuah kata, serangkaian janji, setumpuk visi. Kita, kini, hanya butuhkan ROH, Spirit agar kembali dapat ‘bertumbuh dan berbuah.’
Kawan ku…..
Sudah cukup bagi Tuhan untuk ‘ada bersama para muridNya.’ Saatnya IA harus pergi. Agar para murid berjuang alami dan hayati: apa artinya daya kesetiaan, perjuangan dan kedewasaan dalam iman. Semuanya dalam kehendak dan penyelenggaraanNYA.
Kawan ku…
Seperti itulah yang rindukan pada Tuhan. Untuk hadirkan Roh Penghibur. Demi mengusir aura jiwa sepi dan alam batin nan gersang. Ilham ilahi surgawi memang terus kita pohonkan. Iya, demi melihat dan berjuang dalam kehendak dan penyelenggaraanNYA.







