Renungan Harian Senin 24 Februari : “… kecuali dengan DOA” (Markus 9: 14 – 29)

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo SVD

Kawan ku….
Benarlah bahwa Tuhan tahu segala apa yang kita impikan. Tuhan pahami manakah titik-titik pergulatan hidup yang kita hadapi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Namun, kawan ku….
Tuhan menanti ungkapan hati kita penuh terbuka. Tuhan menanti waktu dan kesempatan kita untuk berkisah tentang semuanya padaNYA.

Kawan ku….
Memang benar doa adalah saluran kita pohonkan pada Tuhan agar kita sanggup hadapi kenyataan hidup sebagaimana adanya. Tetapi, kawan ku….

Bukankah kita pun hadapi kenyataan hidup dalam keterbatasan manusiawi kita? Kita hidup dan masuk dalam kisah-kisah kehidupan yang bisa menggiring kita kepada keputus-asaan. Kita bisa alami suasana kehilangan ‘daya dan selera’ untuk jalani hidup ini. Karenanya, kita memang butuhkan saat teduh dalam keseharian doa-doa. Dalam perjumpaan penuh hening dengan Tuhan, Bapa yang mahakasih.

Kawan ku…
Doa membuat kita merasa disapa dan diteguhkan. Doa membawa kita pada pengharapan dan peneguhan. Bahwa kita bukanlah ‘anak-anak yang ditelantarkan sebagai yatim piatu.’ Dalam doa kita proklamasikan diri sebagal insan beriman. Yang sungguh dikasihi Bapa Surgawi dan kita sungguh ‘mengalami kehadiran Tuhan’ dalam keseharian kita.

Kawan ku…
Mari bawa seluruh diri kita ke hadirat Tuhan dalam doa-doa kita. ‘Terlalu banyak jenis dan varian jalan hidup yang harus kita hadapi dalam ‘bincang-bincang kita dengan Bapa Penguasa Langit dan Bumi, serta awal dan akhir dari kehidupan kita.’

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.
Amin

Pos terkait