Target Belum Tercapai, Linus Lusi Instruksikan Untuk Tingkatkan Edukasi Pentingnya Vaksinasi Polio

IMG 20241120 WA0030

Linus menegaskan tahapan – tahapan evaluasi tidak hanya sekedar mendengar dan mencatat saja, namun butuh otokritik dalam pelaksanaannya. Dia mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Kupang dan seluruh tim yang telah melaksanakan Pekan Imunisasi (PIN) Polio pada periode 23 Juli hingga 23 Oktober 2024 dengan baik.

Lebih lanjut ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat dan setiap camat, lurah, serta kepala puskesmas diharapkan proaktif dalam memastikan dan melakukan pendataan terhadap anak – anak di wilayah masing – masing mendapat imunisasi yang lengkap’’ tegas Linus.

Selain polio, menurut Linus, yang menjadi tantangan besar besar lain yang perlu dihadapi adalah stunting. Dijelaskannya Provinsi NTT mendapatkan target penurunan prevalensi stunting sebesar 33,1% pada tahun 2025 dan 6,6% pada tahun 2045.

Sementara itu, khusus Kota Kupang, target yang harus dicapai adalah 26,1% pada tahun 2025 dan 8,8% pada tahun 2045.

Data yang diperoleh dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGM) menunjukkan situasi terkini status gizi balita di Kota Kupang mengalami tren penurunan dengan kondisi bulan Juli mengalami penurunan angka stunting menjadi 4.117 anak atau 18,56%.

“Meskipun trend penurunan ini patut diapresiasi, kita tidak boleh berpuas diri. Pelaksanaan evaluasi perlu dimulai dari Dinas Kesehatan Kota Kupang sampai pada lurah dan para camat. Harapannya semua unsur dapat terlibat untuk mencapai Kota Kupang bebas polio dan stunting,” ungkapnya.

Pos terkait