Oleh Tony Kleden
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari. Di Kabupaten Flores Timur (Flotim) juga sama. Siapa yang bakal terpilih memimpin Flotim lima tahun ke depan sudah bisa diketahui, Rabu (27/11/2024) medio pekan depan.
Ada empat pasangan calon (Paslon) yang bertarung. Nomor 1: YAT Lukman Riberu-Zakarias Paun (paket Lazkar Ribu Ratu); nomor 2: Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran (ADD IBU); nomor 3: Antonius Hubertus Gege Hadjon-Matias Werong Enai (Breun 24); dan nomor 4 : Stephanus Ola Demon -Rofinus Baga Kabelen (paket Stori).
Tentulah delapan nama yang maju ini adalah orang-orang baik. Karena mereka baik, maka mereka mau maju dan diusung partai politik. Bahwa di balik proses pengusungan itu, ada intrik, ada permainan, ada deal beraroma kental politik itu biasa. Orang menyebutnya dinamika politik.
Sudah lama empat paslon ini terjun ke masyarakat. Mereka menjual diri. Memaparkan visi misi dan program kerja. Itu juga sudah jadi agenda wajib dalam rentang masa kampanye. Maksudnya tentu saja bagus. Yakni agar masyarakat mendengar dan memahami seperti apa visi misi dan program kerja itu. Tetapi mendengar saja tidak cukup. Yang juga sangat penting adalah memahami. Kalau mendengar itu lebih banyak pasif. Sebaliknya memahami itu aktif. Aktif menalar. Aktif menilai. Apakah visi misi dan program kerja itu reliable (realistis) dan applicable (dapat diaplikasikan)?