Jangan Pilih Karena Orang Kita, Pilih Karena Kebutuhan Kita

FB IMG 1732016411520

Ada sejumlah hal menarik dari Pilkada Flotim 2024 ini. Pertama, tiga dari empat calon bupati adalah ‘pemain’ lama. Lukman Riberu, Anton Doni dan Anton Hadjon adalah tiga pemain lama. Pada pilkada Flotim 2017 ketiganya maju dengan pasangan wakil bupati berbeda. Kali ini ketiganya maju lagi dengan wakil bupati berbeda juga.

Kedua, dari empat paslon ini ada tiga paslon, baik bupati maupun wakil bupati, yang kalah pada pemilihan legislatif (pileg) 2024. Ignas Boli Uran (wakil bupati dari paket ADD IBU), caleg Dapil VII Flotim tidak tembus ke Balai Gelekat. Anton Hadjon dan Matias Werong Enai di Paket Breun 24 sama-sama tidak masuk ke gedung Dewan. Anton Hadjon caleg DPRD NTT, Matias Enai caleg DPRD Flotim Dapil VI Flotim (Solor). Terakhir Rofinus Baga Kabelen di paket Stori gagal ke Balai Gelekat dari Dapil VII Flotim. Satu-satunya paket yang tidak maju Pileg 2024 adalah Lukman Riberu dan Zakarias Paun dari Lazkar Ribu Ratu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Apa artinya ini? Ini berarti semangat mereka untuk maju mengusung tekad membangun Lewotanah luar biasa. Niat baik ini patut diapresiasi dan dijempoli. Gagal pileg bukan akhir perjuangan atas nama gelekat lewo.

Ketiga, dari empat paslon hanya satu paslon yang berlatar aparatur sipil negara (ASN), yakni Lukman Riberu-Zakarias Paun. Tiga yang lain berlatar politisi, aktivis sosial dan dosen swasta.

Pilih Mana?

Pertanyaan penting sekarang adalah kita memilih mana dari empat paslon ini 27 November nanti? Sengaja digunakan kata tanya ‘mana’, bukan ‘siapa’. Pilih mana, bukan pilih siapa. Kata tanya ‘mana’ digunakan untuk menanyakan tentang pilihan atas suatu hal atau barang. Sedangkan kata tanya ‘siapa’ digunakan untuk menanyakan tentang identitas atau orang yang terlibat dalam suatu konteks tertentu.

Pos terkait