Satu-satunya partai yang tidak bergabung dalam KIM Plus adalah PDIP. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini memilih berada di luar KIM Plus dan juga tidak punya wakil di jajaran menteri dan wakil menteri. Sama seperti PDIP, Nasdem juga tidak punya wakil di jajaran menteri dan wakil menteri.
Data-data ini perlu ditunjukkan tidak terutama untuk menjadi gagah-gagahan. Sebaliknya dengan harapan menjadi pemahaman seperti apa efeknya bagi lobi-lobi pembangunan di Kabupaten Flores Timur jika Lukman Riberu-Zakarias Paun menjadi Bupati-Wakil Bupati Flotim 2024 – 2029.
Ambil sebagai contoh. Pemkab Flotim berencana membangun sebuah GOR dengan standar resmi. Dengan dana puluhan miliar rupiah, agak sulit menganggarkan pembangunannya dari APBD Flotim karena masih terlalu banyak kebutuhan lain yang lebih urgen. Tetapi rencana ini bakal mudah diperjuangkan ke pemerintah pusat melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga. Mengapa mudah? Karena Menteri Pemuda dan Olahraga adalah Dito Ariotedjo dari Partai Golkar.

Atau jika ingin melobi dana pusat untuk pengembangan usaha kecil dan menengah. Ini juga bakal mudah karena Maman Abdurrahman yang menjabat sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah orang Golkar.
Dua contoh ini hanya ingin menegaskan betapa pentingnya kekuatan koalisi dan jaringan dengan pemerintah pusat. Jika dan hanya jika punya kekuatan koalisi dan jaringan dengan pemerintah pusat, maka visi misi dan semua program kerja mudah dikerjakan.







