Kami ingin merawat negara ini dalam keanekaragaman mulai dari Flores Timur. Tenunan kemajemukan suku, agama dan golongan ini mesti dijahit dari daerah menuju sebuah bangsa yang kuat. Kami sadar bahwa negara ini mesti dijahit dari sebuah Indonesia yang demokratis, konstitusional, egaliter, solider, toleran, moderat, adil, makmur, dan sejahtera.
Romo Adu sangat terbuka atas nilai kebaikan yang ditawarkan dan selalu menjaga kemajemukan agama, suku dan golongan. Beliau selalu dan senantiasa belajar dari Yesus yang ia imani.
Ia juga melaksanakan apa yang dijarkan oleh Yesus. Dalam Agama Katolik diajarkan untuk bersikap toleransi dengan agam lain. Ketika Yesus muncul sebagai Mesias di tengah masyarakat Yahudi, banyak orang mengira bahwa Yesus datang untuk menghancurkan agama Yahudi, sekaligus menggantikannya dengan ajaran agama baru.
Nyatanya tidak, malah Yesus menghargai ajaran agama Yahudi, dan selalu mengutip ajaran agama Yahudi dan ayat dari kitab Yahudi pada saat Yesus menyampaikan ajaranNya. Walaupun Yesus bukan pengikut dan bukan penerus agama Yahudi, namun Yesus tetap menghargai dan menghormati ajaran agama Yahudi.
Untuk itu Yesus berkata: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, sebelum lenyap langit dan bumi ini, satu iota, atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi (Matius 5:17- 18). Demikian juga ketika Yesus bertemu dengan perempuan Samaria, Yesus tidak menyalahkan agama Samaria.





