Adu Kerans, Imam Yang Merawat Toleransi

agustinus siswani iri1

Untuk itu maka sebagai pengikut Yesus sikap dan tindakan  mengembangkan semangat toleransi dan keterbukaan serta kesediaan untuk bekerja sama merupakan keharusan. Orang beriman yang sungguh-sungguh beriman pada hakekatnya berjiwa toleran dengan semua orang tanpa pandang bulu, sehingga tidak perlu diatur oleh sebuah undang-undang ataupun peraturan pemerintah. Seseorang tidak serta merta menjadi toleran dengan sesamanya oleh karena sebuah aturan atau undang-undang.

Pastor Adu Kerans menghidupi sikap toleran bukan sebatas  karena perintah undang-undang tetapi karena mengikuti teladan Yesus yang ia imani. Untuk itu maka baginya wajah kemajemukan di daerah mesti dijaga dan dipelihara. Karena kehidupan  yang baik di daerah akan membawa dampak  kepada kehidupan negara Indonesia yang baik pula.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hidup rukun dan damai dalam perbedaan suku, agama dan golongan inilah, yang disuarakan dan diperjuangkan secara hati nurani dan akal budi oleh Pastor Adu Kerans.  Beliau memainkan formulasi kepemimpinan yang terus bergerak secara dialogis, dinamis, dan dialektis.

Dalam diri beliau tertanam komitmen kesetiaan dan ketaatan untuk menjaga toleransi di antara umat beragama. Posisinya sebagai ketua FKUB Kabupaten Flores Timur  membuat dirinya secara struktural terus  menumbuhkan, menaburkan, menyuburkan, membumikan, dan menjalankan sila-sila Pancasila dan keseluruhan ekosistem Ideologi Pancasila di tingkat daerah.

Romo Adu Kerans sangat mengedepankan sikap moderasi beragama. Baginya moderasi bergama itu penting. Mengapa moderasi beragama penting hadir di Indonesia? Karena moderasi beragama bisa menjadi solusi untuk menciptakan kerukunan, harmoni sosial, sekaligus menjaga kebebasan dalam menjalankan kehidupan beragama, menghargai keragaman tafsir dan perbedaan pandangan, serta tidak terjebak pada ekstremisme, intoleransi, dan kekerasan atas nama agama.

Pos terkait