Moderasi beragama itu sesungguhnya adalah jati diri kita sendiri, jati diri bangsa Indonesia. Kita adalah negeri yang sangat agamis, umat beragama kita amat santun, toleran, dan terbiasa bergaul dengan berbagai latar keragaman etnis, suku, dan budaya.
Romo Adu selalu mengatakan bahwa toleransi merupakan pekerjaan rumah bersama kita, karena kalau intoleransi dan ekstremisme dibiarkan tumbuh berkembang, cepat atau lambat keduanya akan merusak sendi-sendi ke-Indonesia-an kita.
Toleransi dan hidup rukun dan damai dalam kehidupan beragama dan suku serta golongan harus kita jadikan sebagai sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa.
Romo Adu telah pergi menghadap Sang Khalik tetapi nilai hidup yang ia tanamkan yakni hidup rukun, harmonis, damai, toleran, serta taat konstitusi, tetap akan tinggal dan menjiwai kita semua untuk kita rawat dan hidupi demi kebaikan bersama.
Selamat jalan menuju Sang Khalik imam, gembala, kakak dan sahabatku.
Penulis, Rohaniawan Keuskupan Larantuka, tinggal di Bandung





