Korban terbanyak berikutnya di Lembata. Di kabupaten ini korban meninggal sebanyak 46 orang dan 22 lainnya masih hilang. Titik terdampak paling parah terjadi di Amakaka, Kecamatan Ile Ape. Lima hari pascabencana itu, Nelelamadike (Adonara) dan juga Amakaka (Lembata) dikunjungi Presiden Joko Widodo, Jumat (9/4/2021).
Kehadiran Presiden Joko Widodo hingga titik terdampak paling parah mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak di NTT. Salah satu di antaranya adalah Ketua DPRD Lembata, Peter Gero. Kata dia, kunjungan Presiden Jokowi itu tanda kuat kehadiran negara saat masyarakat dilanda duka. “Pak Jokowi adalah presiden yang sederhana, rendah hati dan responsif. Beliau mau ikut merasakan penderitaan masyarakat secara langsung di lokasi bencana,” tutur Peter Gero yang juga Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Lembata.
Konflik berdarah
Sebenarnya, bukan hanya karena keganasan badai seroja yang mencuatkan nama Adonara. Pulau seluas 509 km2 itu sudah sejak lama dikenal luas, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Pemantiknya bukan kisah hebat yang menunjukkan keunggulannya. Selalu seputar kisah mencekam.
Pulau yang kini didukung 8 kecamatan, sejak lama sering hadir di ruang publik publikasi. Temanya hampir pasti sama, yakni konflik berdarah yang melibatkan sesamanya. Pemicunya pun nyaris tak pernah bergeser, selalu terkait sengketa tanah!
Bisa disebutkan beberapa contoh. Di antaranya konflik perebutan tanah ulayat antara warga Desa Lewonara dan Desa Lewobunga di Kecamaatan Adonara Timur, awal Oktober 2012. Tidak ada korban jiwa dalam pertikaian itu, namun sekolah di sekitarnya terpaksa diliburkan karena situasinya begitu mencekam. Situasi itu hadir setelah massa dari Desa Lewonara menyerbu lalu membakar sejumlah rumah dan lumbung pangan milik warga Desa Lewobunga.





