Bagaimana pun Roy Suryo sudah tunjukkan satu bukti niat untuk ‘gugur lenyapkan’ postingan itu. Ia bahkan sudah minta maaf. Ini setidaknya telah jadi awal yang baru untuk menata ulang suasana yang sempat ramai. Setidaknya di medsos itu.
Akhirnya
Kini, mari biarkan para Bhiksu dan Bhiksuni serta para saudara-saudari pengikut Sidharta Gautama tetap berkhusuk hening di Candi Borobudur. Demi berserah diri pada Yang Ilahi, Yang Dipuja.
Oh iya, mudah-mudahan, sebentar lagi Candi Borobudur sungguh dikelola dengan “Konsep Wisata Religi Buddha.” Itulah suara Walubi. Artinya, “Dari seluruh dunia umat Buddha datang ke Candi Borobudur untuk sembahyang karena itu adalah tempat yang paling tinggi spiritualnya..” itu kata Rusli, Koordinator Publikasi DPP Walubi (Kompas 7.6.2022). Sebab itulah tak usalah buat yang ‘aneh-aneh lagi tentang tempat sakral dari keyakinan dari saudara-saudari kita sendiri.’
Verbo Dei Amorem Spiranti
Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma





