Tetapi, ini semua, bukanlah yang ditampilkan di Khalifa International Stadium semalam! Bukan!! Sungguh beda aura dan beda rasanya.
Oh ya, semalam saya sempat kontak lagi Romo Michel Sene. Imam asal Keuskupan Agung Dakar – Senegal. Sekedar umpan-umpan rasa hatinya. Itu tentang kemenangan Tim Negara asalnya, Senegal. “Sukacita yang sungguh besar bagi rakyat Senegal hari ini saat mengenangkan dua tahun kematian Pape Bouba Diop, pahlawan kami yang mencetak gol kemenangan melawan Prancis di Piala Dunia 2002,” kata Romo Michel.
Romo Michel, yang lagi belajar Kitab Suci di Institut Biblicum itu, masih sempat bilang, “Tutto il paese celebra questa vittoria come frutto dello Slogan in Wolof: manko wutti ndamli” (seantero tanah air rayakan kemenangan ini sebagai buah dari slogan dalam bahasa Wolof: manko wutti ndamli, yang berarti: Kita mesti bersatu untuk meraih kemenangan).
Sungguh benar tentunya! Kedaulatan, kejayaan dan kemenangan Tanah Air – negeri itu hanya dicapai di dalam rasa persatuan dan kesatuan anak-anak negeri.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma







