Mengutip Kompas (29/9/2022), langkah Golkar bersama PAN dan PPP membentuk koalisi KIB lebih awal, sejatinya linear dengan harapan mayotitas publik di negeri ini. Patokan kuatnya adalah survei opini atau jajak pendapat Litbang Kompas pada Mei 2022. Rekaman survei itu antara lain menyebutkan, 75,1 persen responden setuju dengan langkah langkah kalangan elite partai menjalin komunikasi politik antar-mereka sebagai upaya menggapai titik temu menyongsong kontestasi pemilu 2024.
Survei yang sama bahkan menyebutkan, mayoritas atau 80,5 persen responden berharap bangunan koalisi parpol agar dibentuk lebih awal. Lalu pada saat yang sama pula, mayoritas publik pun berharap agar pasangan capres/cawapres bisa langsung mengerucut dan didekalarasikan pada tahun 2022 ini. Harapan itu menjadi aspirasi dari 72,6 persen reponden.
Berpatokan pada survei ini, setidaknya Golkar bersama PAN dan PPP sudah merespos harapan puplik, namun baru separuh, yakni masih sebatas pembentukan koalisi bernama KIB. Yang masih menggantung dan ditunggu adalah kepastian pasangan capres – cawapres usungan KIB yang diharapkan segera mengerucut setidaknya tiga bulan ke depan dalam tahun 2022 ini, sesuai harapan mayoritas responden.
Harapan yang masih menggantung akan mengerucutnya capres/cawapres, barangkali dimungkinkan karena masih dihadapkan pada situasi dilematis, antara memilih kader partai atau sosok non-partai namun berelektabilitas tinggi. Jika situasi ini menjadi titik soalnya, maka catatan hasil survei opini yang sama layak menjadi masukan untuk mempertimbangkan solusinya.







