Ternyata hanya 20,8 persen rensponden yang berharap agar sosok capres berelektabilitas tinggi, meskipun yang bersangkutan bukan kader partainya. Dukungan tertinggi responden, yakni menyentuh 38,8 persen, justru bagi capres yang adalah kader partai, tapi juga berelektabilitas mumpuni. Namun di luar itu, ternyata 30,8 persen responden yang berharap sosok capres agar mengutamakan kader partai sendiri, meskipun tingkat keterpilihannya masih rendah.
Catatan ini adalah kajian rasional yang layak dijadikan pijakan bagi keluarga besar Golkar di Tanah Air untuk tetap teguh bersama Airlangga Hartarto atau AH sebagai capres 2024. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, AH saat ini adalah capres berotoritas. Adalah tugas keluarga besar Partai Golkar untuk terus mensosilaisasikan AH hingga pada saatnya sosok AH tak hanya menjadi capres berotoritas, tapi juga berelektabilitas mumpuni!
Bukan tak mungkin akan menjadi deru menggelegar dan berbonus elektoral, jika perayaan 58 tahun Partai Golkar sekalian menjadi momentum mendeklarasikan pasangan capres/cawapresnya. Dengan demikian, sekalian bermakna tidak membiarkan aspirasi publik terkait capres/cawapres dideklarasikan tahun ini, tak hanya bertepuk sebelah tangan…
- Penulis, Wakil Ketua Bidang MPO/Ketua Bapilu Golkar NTT







