K u b u (Sebatas Satu Perenungan)

kons beo 1

Mungkinkah atau tetap adakah ‘waktu yang tepat buat iblis’ untuk tebalkan atmosfer kubu-kubuan? Yang tetap nikmati alam retak-retak? Semuanya sebenarnya hanyalah sebagai modus untuk nyamankan dan menjaga kepentingan sepihak dari segelintir dan sekelompok?

Lalu, di mana kah posisi kita dalam nafas Injili?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sentilan Kardinal Radcliffe, OP dua dekade lalu itu, telah jadi alarm penuh serius, “Kita harus menolak untuk berbicara tentang Gereja seolah-olah di sana ada ‘pahlawan-pahlawan yang baik’ dan ‘penjahat-penjahat keji.’

Mantan Jendral Ordo Dominikan itu akui bahwa adalah benar di masa lalu itu “suara kenabian sering dipandang sebagai pengumuman tentang kesalahan orang lain.”

Namun lanjutnya?

“Tantangan nubuat kenabian dewasa ini tentunya adalah mendapatkan kemajuan dengan mengatasi pemisahan. Kita harus saling memanggil satu sama lain agar pulang dari pengasingan.”

Bagaimana pun, apakah semudah itu untuk menyusurinya? Atau tetap dinyinyir sebagai satu utopia spiritualistik?

Tetapi, jalan kerendahan hati tetap jadi tiang dan cahaya pengharapan. Demi runtuhkan tembok tebal kubu-kubuan. Agar kembalilah semua untuk ‘saling memandang, memanggil, dan memperlakukan sebagai saudara…’

Verbo Dei Amorem Spiranti

  • Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Collegio San Pietro – Roma

Pos terkait