Kamis Putih: Tempat Paling Bawah

JOHN NABEN1

Didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BNPB Suharyanto, Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, serta Pj. Bupati Flores Timur Sulastri H.I. Rasyid, Wapres menyempatkan diri mengunjungi area Trauma Healing untuk anak-anak, memberikan mainan, dan menyapa mereka dengan hangat. Seperti ditulis dalam kolom berita Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia, dalam artikel https://www.setneg.go.id/baca/index/tindak_lanjut_instruksi_presiden_wapres_gibran_rakabuming_kunjungi_korban_erupsi_gunung_lewotobi_laki_laki.

Orang merasa senang dan para korban bencana merasa terhibur, bahwa seorang Wakil Presiden bisa turun dan datang ke tempat yang terpencil, bertemu langsung dengan para korban dan melihat dari dekat peristiwa yang menimpah. Namun sudah menjadi kebiasaan bahwa para pejabat berkunjung ke tempat bencana, menyalurkan bantuan lalu kembali. Mereka tidak tinggal bersama para korban dalam waktu yang lama. Seandainya Wakil Presiden, Gibran Rakabuming tinggal bersama para korban cukup sehari atau dua hari lagi, maka hal ini akan menjadi satu berita besar.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Apa yang tidak terjadi pada diri para pembesar, sesungguhnya telah terjadi pada Yesus yang adalah Allah. Hidup Yesus adalah satu tindakan turun ke bawah yang berlangsung terus. Ia yang adalah Allah, rela turun ke bawah dan tinggal di antara manusia, menjadi dekat sekali dengan manusia, yang menderita dan terbuang. Dan pada malam perjamuan terakhir, Allah turun ke bawah untuk membasuh kaki para murid-Nya. Ia turun jauh ke bawah, lebih rendah dari para murid-Nya. Ia turun untuk membasuh kaki dan bukan kepala. Ia mencuci kaki yang kotor, yang setiap hari menginjak debu, menginjak tanah dan kurang dibersihkan. Ia turun ke bawah, mencuci telapak yang bersentuhan langsung dengan segala macam hal yang diinjak. Dan untuk itu, Yesus harus tunduk. Yesus mesti membungkuk rendah agar bisa menyentuh kaki. Inilah salah satu contoh hidup Yesus yang luar biasa. Dia adalah Tuhan dan Guru, tunduk serendah mungkin untuk membasuh kaki murid-murid-Nya.

Pos terkait