Semuanya termuara sempurna dalam bukti Kasih Paling Agung di Salib.
Yesus, Tuhanku….
Ampunilah aku. Sebab diri dan lika-liku jalanku acapkali jauh melenceng dari gema kisah ‘Engkau Dipersembahkan di Bait Suci.’
Jauh dari pemberian dan persembahan diri serta alur hidupku, terbanyak aku memeterai kesegalaanku dengan ornamen kehendak diri punyaku dan semua mau-mauku sendiri.
Yesus, Tuhanku…
Di hari Pesta Engkau dipersembahkan, kami tetap berdoa penuh harapan.
Kiranya…
Dalam keagungan iman, harapan dan kasih, kami tetap berjuang dan bertekun untuk menjadi Gereja, Keluarga Katolik serta Komunitas Kristiani, yang sungguh dipersembahkan kepada dunia dan sesama. Dalam spirit Cahaya KeselamatanMu yang menerangi para bangsa dan jadi tanda kemuliaan bagi Israel…(cf Lukas 2:32).
Yesus, Tuhan ku….
Di Bukit Tengkorak, Kalvari itu, Maria BundaMu, sepertinya setia bertahan untuk menyerahkanMu kembali kepada Langit. Hingga pada saatnya Kau berseru, “Selesailah sudah” (cf Yoh 19:30).
Yesus, Tuhan kami,
Semoga hingga kami menuju dan tiba di zona ‘selesailah sudah’ kiranya diri dan persembahan hidup kami tetap jadi lanjutan Ziarah Kasih dan KerahimanMU. Bagi dunia dan demi sesama..
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin
- Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma







