Komunikasi sebagai Jembatan Dialog Antar Agama

IMG 20250601 WA0011

Dokumen Inter Mirifica, yang dikeluarkan oleh Konsili Vatikan II, menegaskan bahwa komunikasi sosial memiliki peran penting dalam pewartaan Injil dan membangun hubungan yang harmonis dengan dunia. Di sini, Gereja melihat media dan komunikasi sebagai sarana untuk memperkuat dialog, bukan sebagai alat propaganda. Dari sudut pandang dialog antar agama, komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih erat.

Di titik itulah, perayaan yang bertepatan dengan Tahun Yubileum 2025, yang mengusung tema “Peziarah Pengharapan”, mendapatkan afirmasinya. Karena itu, dalam perayaan liturgi pada 1 Juni 2025 ini, umat Katolik sejagat diajak untuk merenungkan bagaimana komunikasi dapat menjadi alat pemersatu dan bukan pemecah belah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut, dalam Nostra Aetate, dokumen penting tentang hubungan Gereja dengan agama-agama lain, ditegaskan bahwa Gereja Katolik menghormati kebenaran yang terdapat dalam berbagai tradisi keagamaan. Dalam artikel nomor dua dari Nostra Aetate, Gereja mengakui bahwa sejak zaman dahulu, berbagai bangsa telah memiliki kesadaran akan kekuatan gaib yang hadir dalam kehidupan manusia.

Di dalamnya, disebutkan pula bahwa beberapa tradisi keagamaan bahkan mengakui keberadaan Kuasa Ilahi yang tertinggi, yang mereka sembah dengan penuh kepercayaan dan pengabdian. Gereja melihat bahwa agama-agama ini berusaha menjawab pertanyaan mendalam tentang makna hidup, penderitaan, kebahagiaan sejati, dan misteri keberadaan manusia. Karena itu, komunikasi yang baik dengan ‘yang lain yang berbeda’ memungkinkan umat beriman dari berbagai latar belakang untuk menemukan titik temu, berbagi nilai-nilai kemanusiaan, dan bekerja sama demi perdamaian dunia.

Pos terkait