Inilah model kepemimpinan yang oleh Ralph Nader diungkapkan sebagai orang yang menghasilkan pemimpin baru dan bukan sekadar menghasilkan pengikut: I start with the premise that the function of leadership is to produce more leaders, not more followers.
Yang menarik, model kepemimpinan seperti inilah yang justru diharapkan masyarakat. Orang yang tidak bermimpi muluk-muluk jadi pemimpin ke depan justru kemudian bisa mengantarnya lebih jauh.
Hal itu terjadi karena itu ia tidak mau mencetak pengikut tetapi pemimpin baru. Kita pun berharap, model kepemimpinan yang ditampilkan oleh Gero dapat menjadi satu pertimbangan untuk ke depannya.
Kedua, agar bisa menghasilkan pemimpin baru, maka juga dibutuhkan kombinasi antara karakter dan strategi. Itu berarti, di tangan seorang pemimpin terdapat aneka harapan agar secara ke dalam ia memiliki karakter yang kuat hal mana cukup dominan pada Piter Gero.
Artinya dengan kepribadiannya yang tenang, tidak termakan oleh aneka isu dan tidak gegabah dalam membuat pertanyaan, maka Piter Gero menjadi simbol harapan tidak saja bagi Golkar tetapi juga bagi Lembata ke depannya.
Tetapi kepemimpinan juga membutuhkan strategi dan kecepatan. Hal inilah yang menjadi PR yang besar bagi Piter Gero. Ia perlu lebih ‘gregetan’ dalam menanggapi isu-isu dan mengambil tindakan. Disadari bahwa menjelang perhelatan Pilkada dan Pileg di 2024, semua partai akan bergerak cepat dan strategis. Dengan demikian apabila hal ini tidak mendapatkan perhatian yang cukup, bisa diprediski, Golkar Lembata akan mudah ditinggalkan oleh partai lain.



