Untuk hal ini sebenarnya ada solusi. Hadirnya Pieter Bala Wukak sebagai Sekretaris Golkar Lembata mestinya menjadi sebuah kekuatan. Berbeda dengan Gero, Bala Wukak tentu saja sangat gesit yang memungkinkan sisi yang kurang pada Gero bisa diikuti. Itu berarti bila duet itu dilaksanakan efektif. Golkar Lembata diyakini akan melejit dan berjalan lebih jauh lagi ke depannya
Ketiga, kepemimpinan Gero di Golkar Lembata tentu tidak bsia lepas dari model kepemimpinan alm Eliazer Yentji Sunur. Selama 1 periode, EYS sudah memateraikan banyak hal baik keberhasilan yang membanggakan maupun kekecewaan yang tentu juga tidak sedikit. Hal ini akan sekaligus menjadi beban tidak saja untuk menyamai EYS tetapi juga untuk menutup kekurangan.
Terhadap hal ini, tidak ada kata yang lebih indah dari Kenneth Blanchard: The key to successful leadership today is influence, not authority. Artinya, Gero tidak akan menerapkan model otoriter tetapi lebih kepada influencer. Di sinilah kekuatan yang sudah ada pada Gero dan bila dimaksimalkan akan menjadi sebuah terobosan Golkar di Lembata.
Selamat atas pelantikan Piter Gero sebagai Ketua Golkar Lembata. (*)
Penulis, Diploma Resolusi Konflik Asia Pasifik Universidad Complutense de Madrid Spanyol



